Sabtu, 18 Februari 2012

RESUM KOMUNIKASI

BAB I
Mengapa Kita Berkomunikasi :
Fungsi – Fungsi Komunikasi

Megapa kita berkomunikasi

Thomas M. Scheidel “ kita berkomunikasi untuk menyatakan dan mendukung identitas-diri, untuk membangun kontak sosial dengan orang disekitar kita, dan untuk mempengaruhi orang lain untuk merasa berfikir, atau berperilaku seperti yang kita inginkan”
Gordon I. Zimmerman merumusakan tujuan komunikasi menjadi 2 ; (1) berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting bagi kebutuhan kita, memuaskan penasaran kita akan lingkungan, dan menikmati hidup. (2) berkomunikasi untuk memupuk dan menciptakan hubungan dengan orang lain.
Rudolph F. Verderber mengemukakan komunikasi mempunyai 2 fungsi ; (1) fungsi sosial, untuk kesenangan, menunjukan ikatan dengan orang lain, membangun dan memelihara hubungan. (2) fungsi mengambil keputusan, yakni memutuk melakukan atau tidak melakukan pada saat tertentu.
Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson mengemukan 2 fungsi umum komunikasi ; (1) unuk kelangsungan hidup diri-sendiri yang meliputi; keselamatan fisik, peningkatan kesadaran pribadi, penampilan diri sendiri kepada orang lain dan mencapai ambisi pribadi. (2) untuk krlangsungan hidup masyarakat, tepatnya untuk memperbaiki hubungan sosial dan mengembangkan keberadaan masyarakat.






Fungsi komunikasi

William I. Gorden mengemukakan 4 fungsi komunikasi :
Komunikasi sosial
Komunikasi sosial sangat penting bagi kehidupan kita, karena komuniasi sangat membantu kita dalam membangun konsep pada diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan terhindar dari ketegangan . komunikasi juga membantu kita untuk bekerja sama dengan anggota masyarakat.
Sebaliknya jika orang yang tidak pernah melakukan komunikasi orang tersebut akan tersesat, bahkan orang tersebut bisa dikatakan sakit jiwa.



Pembentukan konsep diri
Konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada kita. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa seseorang yang tidak pernah berkomunikasi dengan manusia lainnya tidak mungkin mempunyai kesadaran bahwa dirinya adalah manusia.
Aspek – aspek konsep diri seperti : jenis kelamin, agama kesukuan, pendidikan, rupa fisik kita, dan sebagainya.

Pernyataan eksistensi –diri
Pernyataan eksistensi diri terjadi jika seseorang berkomunikasi untuk menunjukan dirinya eksis. Pernyataan eksistensi diri sering terlihat pada uraian penanya saat seminar, meskipun penanya sudah dipringatkan mderator untuk mempersingkatnya dan langsung kepokok masalah penanya sering berbicara panjang lebar, menguliahi para hadirin dengan argumen – argumen yang tidak relavan.

Untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan
komunikasi sangat berguna untuk memenuhi kebutuhan biologis kita seperti makan dan minum, dan juga memenuhi kebutuhan psikologis seperti kebahagiaan, dan sukses.menurut Abraham Maslow manusia meiliki lima kebutuhan dasar yaitu : kebutuhan fisiologis, keamanan, kebutuhan sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri.
Komunikasi ekpresif
Komunikasi ekspresif tidak bertujuan untuk langsung mempengaruhi orang lain, namun dapat dilakukan sejauh komunikasi tersebut menjadi instrumen untuk meyapaikan perasaan emosi diri.
Orang dapat menyalurkan kemarahannya dengan mengumpat, berkecak pinggang, mengepalkan tangan seraya memelototkan matanya.

Komunikasi Ritual
Komunikasi ritual biasanya dilakukan secara kolektif. Suatu komunikasi yang sering dilakukan pada upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup yang disebut para antropolong sebagai rites of passage.

Komunikasi instrumental
Komunikasi instrmental mempunyai tujuan umum : menginformasikan, mengejar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan juga merubah perilaku atau menggerakan tindakan dan juga menghibur. Komunikasi tidak hanya digunakan untuk membangun hubungan namun juga untuk menghancurkan hubungan tersebut.









BAB II
HAKIKAT, DEFINISI, DAN KONTEK KOMUNIKASI

Komunikasi atau communication dalam bahasa ingsris berasal dari kata latin communis yang berarti “sama”. Kata lain yang mirip dengan komunikasi adalah comunitas atau community yang juga menekankan kesamaan atau kebersamaan untuk mencapai tujuan tertentu dan mereka berbagi makna dan sikap. Komunikasi di definisikan secara luas sebagai “berbagai pengalaman”. Komunikasi adalah interaksi antara 2 atau lebih makhluk hidup. Jadi mungkin termasuk hewan, tanaman dan bahkan jin. Sampai batasan tertentu setiap makhluk dapat dikatakan berkomunikasi dalam pengertian berbaai pengalaman.

KOMUNIKASI HEWAN
Hewan mungkin juga berkomunikasi selayaknya manusia, tetapi proses dan mekanismenya berbeda dengan manusia. Komunikasi hewan sangatlah sedarhana, ditandai dengan tindakan refleks. Mereka tidak dapat menafsirkan perilaku hewan lain, karena mereka tidak memiliki dan dan tidak mempunyai syarat simbolik, apalagi meyesuaikan perilaku untuk meyesuaikan dengan perilaku hewan lain.

Keragaman dan kontroversi definisi komunikasi
Lewat komunikasi seseorang berusaha mendefinisikan arti dari komunikasi tersebut.
Dance menemukkan tiga dimensi konseptual penting yang mendasari definisi definisi komunikasi.
Dimensi pertama : tingkat observasi ( level of observation )
Dimensi kedua : kesenjangan ( intentionality )
Dimnsi ketiga : penilaian normatif







Tiga konseptualisasi komunikasi
Sebagaimana dikemukakan John R Wenburg dan Wiliam W. Wilmot juga Kenneth K. Sereno dan dward M Bodaken, setidaknya ada tiga kerangka pemahaman mengenai komunikasi yaitu :

Komunikasi sebagai tindakan satu arah
Suatu pemahan populer mengenai komunikasi manusia adalah komunikasi yang menisyaratkan penyampaian pesan searah dari seseorang atau suatu lembaga kepada seseorang ( sekelompok orang ) baik secara langsung ataupun melalui media.
Pemahaman komunikasi sebagai proses searah sebenarnya kurang sesuai bila ditetapka pada komunikasi tatap muka, namun mungkin tidak terlalu keliu bila ditetapkan pada komunikasi publik ( pidato ) yang tidak melibatkan tanya jawab dan komunikasi massa.

Komunikasi sebagai interaksi
Konseptualisasi kedua yang sering diterapkan pada komunikasi adalah interaksi. Dalam arti sempit interaksi berarti mempengaruhi. Pandangan komunikasi sebagai interaksi menyetarakan komunikasi dengan proses sebab-akibat atau aksi-reaksi yang arahnya bergantian.
Salah satu unsur yang ditambahkan dalam konseptualisasi kedua ini adalah umpan balik (feed back), yakni apa yang disampaikan penerima pesan kepada sumber pesan, yang sekaligus digunakan sumber pesan sebagai petunjuk mengenai aktifitas pesan yang ia sampaikan sebelumnya : apakah dapat dimengerti, dapat diterima, menghadapi kendala dan sebagainya sehingga berdasarkan umpan balik itu, sumber dapat mengubah pesan selanjutnya agar sesuai dengan tujuan.

Komunikasi sebagai transaksi
Dalam kontek ini komunikasi adalah proses personal karena makna pemahan yang kita peroleh pada dasarnya bersifat pribadi.
Kelebihan konseptualisasi komunikasi sebagai transaksi adalah bahwa komunikasi tersebut tidak membatasi kita pada komunikasi yang disengaja atau respon yang dapat diamati.


Konteks-konteks komunikasi
Menurut Verderber konteks komunikasi terdiri dari :konteks fisik, konteks sosial, konteks historis, konteks psikologis, konteks kultural.
Indikator umum mengklasifikasikan komunikasi berdasarkan konteksnya atau tingkatanya adalah jumlah peserta yang terlibat dalam komunikasi. Maka dikenalah, komunikasi intrapribadi, komunikasi diadik,komunikasi antar pribadi, komunikasi kelompok (kecil) komunikasi publik, komunikasi organisasi, dan komunikasi massa.

Komunikasi intra pribadi
Komunikasi intr pribadi adalah komunikasi dengan diri sendiri
Contohnya : berfikir

Komunikasi antar pribadi
Komuikasi antar pribadi adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orng lain secara langsung, baik secara verbal ataupun non verbal.
Contohnya : komunikasi suami dan istri didominasi suami

Komunikasi kelompok
Kelompok adalah sekelompok orang yang mempunyai tujuan bersama, yang interaksinya satu sama lain untuk mencapai tujuan yang sama . komunikai kelompok niasanya merujuk pada komunikasi yang dilakukan kelompok kecil , jadi bersifat tatap-muka.

Komunikasi publik
Komunikasi publik adalah komunikasi antara seseorang pembicara dengan sejumlah besar orang yang tidak bisa dikenali satu persatu, komunikasi ini sering disebut pidato, ceramah tau kuliah. Komunikasi publik biasanya brsifat formal. Komunikasi ini sering bertujuan untuk menghibur, memberikan penghormatan, atau membujuk.




Komunikasi organisasi
Komunikasi organisasi sering terjadi pada organisasi, besifat formal, dan juga informal dan berlangsung dalam jaringan yang lebih besar dari jaringan antar kelompok.
Komunikasi massa
Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa baik cetak maupun elektronik. Pesan-pesannya bersifat umum disampaikan secaa cepat, serempak dan selintas.















BAB III
PRINSIP-PRINSIP KOMUKASI

Prinsip 1
Komunikasi adalah proses simbolik
Salah satu kebutuhan manusia seperti dikatakan Susanne K. Langer adalah kebutuhan simbolisasi atau penggunaan lambang. Lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya berdasarkan kesepakatan sekelompok orang.
Lambang bersifat sebarang, manasuka, atau sewenang-wenang. Apa saja bisa dijadikan lambang bergantung pada kesepakatan bersama
Lambang pada dasarnya tidak mempunyai makna : kitalah yang memberikan makn pada lambang
Lambang itu bervariasi dari suatu budaya kebudaya laindan dari suatu konteks waktu ke waktu lain.

Prinsip 2
Setiap perilaku mempunyai potensi komunikasi
Kita tidak dapat tidak berkomunikasi. Perilaku kita sebetulnya adalah komunikasi, misalnya saja orang marah, oran sebal pasti akan mengeluarkn perilaku yang berbeda.

Prinsip 3
Komunikasi punya dimensi isi dan dimensi hubungan
Dimensi isi disandi secara verbal, sedangkan dimensi hubungan disandi secara nonverbal. Dimensi isi menunjukan muatan (isi) komunikasi yaitu apa yang dikatakan. Sedangkan dimensi hubungan bagaimana cara mengatakan yang juga mengisyaratkan bagaimana hubungan para peserta komunikasi itu dan bagaimana pesan itu ditafsirkan.






Prinsip 4
Komunikasi berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan
Komunikasi berlangsung dari yang disengaja atau tidak disengaja sama sekali. Dalam berkomunikasi antara orang – orang yang berbeda budaya ketidak sengajaan beromunikasi ini lebih relavan lagi untuk kita perhatikan. Banyak kesalahpahaman antarbudaya sebenarnya disebabkan perilaku seseorang yang tidak disengaja yang persepsif.

Prinsip 5
Komunikasi dalam konteks ruang dan waktu
Komunikasi juga bergantung pada konteks fisik dan ruang, waktu social dan psikologis. Waktu juga mempengaruhi makna terhadap suatu pesan. Kehadiran orang lain juga sebagai konteks social juga akan mempengaruhi orang – orang yang berkomunikasi.

Prinsip 6
Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi
Orang berkimunikasi, mereka meramalkan efek perilaku mereka, dengan kata lain komunikasi juga terikat oleh atran dan tatakrama. Artinya bagaimana seseorang yang menerima pesan akan merespon.

Prinsip 7
Komunikasi bersifat sistemik
Setidaknya ada dua system dasar beroprasi dalam transaksi komunikasi itu. Komunikasi internal dan komunikasi eksternal . system internal adalah system nilai yang dibawa oleh individu ketika ia berpartisipasi dalam komunikasi, yang ia serap selama ia bersosialisasi dalam berbagai lingkungan social. System eksternal terdiri dari unsure-unsur lingkungan diluar individu, termasuk dalam kata –kata yang ia pilih untuk berbicara .

Prinsip 8
Semakin mirip latar belakang social budaya semakin efektiflah komunikasi
Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya. Misalnya saja penjual mempromosikan jualannya dan tuan rumah membelinya berarti komunikasi tersebut efektif.
Prinsip 9
Komunikasi bersifat nonsekuensial
Sebenarnya komunikasi manusia pada dasarnya bersifat dua arah. Beberapa pakar komunikasi mengakui sifat sikuler atau dua arah komunikasi ini misalnya Frank dance, Kincaid dan schram yang mereka sebut dengan komunikasi memusat dan Tubbs yang menggunakan komunikator 1 dan komunikator 2 untuk kedua pihak yang berkomunikasi tersebut.

Prinsip 10
Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional
Seperti juga waktu dan eksistensi, komunikasi tidak mempunyai awal dan tidak mempunya akhir melainkan merupakan proses yang berkesinambungan.

Prinsip 11
Komunikasi bersifat irreversible
Suatu perilaku adalah suatu peristiwa. Sifat irreversible adalah implikasi dari komunikasi sebagai proses yang selalu berubah. Prinsip ini sebaiknya menyadarkan kita untuk berharti – heti dalam menyampaikan pesan terhadap orang lain.

Prinsip 12
Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah
Persoalan dan konflik antar manusia disebabkan oleh masalah komunikasi. Komunikasi bukan sebagai penyelesai masalah atau konflik karena persoalan atau konflik mungkin berkaitan dengan masalah structural.

BAB 4
MODEL – MODEL KOMUNIKASI

Untuk memahami fenomena komunikasi kita perlu menggunakan model – model komunikasi. Model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi.
Fungsi dan manfaat model
Model memberikan teoritikus suatu struktur untuk menguji temuan mereka dalam dunia nyata, meskipun demikian model, seperti juga definisi atau teori pada umumnya tidak pernah sempurna dan final.
Tipologi model
Gerhard J. haneman dan wiliam J McEwen menggambarkan taksonomi model yang dipahami dalam suatu grafik yang melukiskan derajad abstraksi yang berlainan.
Model verbal adalah model atau teori yang dinyatakan dengan kata – kata, meskipun bentuknya sangat sederhana. Model verbal ini sering dibantu dengan grafik, diagram atas gambar.

Model – model komunikasi : suatu perkenalan

Model S – R
Model stimulus – respond (S – R) adalah model komunikaso paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi.

Model aristoteles
Model aristoteles adalah model model komunikasi paling klasik yang sering juga disebut model teoris . ia mengemukakan tiga unsure dalam komunikasi yaitu, pembicara (speaker), pesan (message), Pendengar ( listener).




Model laswel
Komunikasi lasswell berupa ungkapan verbal yakni
Who, says what, in wich chanel, to whom, with what effect.
Laswelll mengemukakan 3 fungsi komunikasi , pertama, pengawasan lingkungan- kedua, korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan, dan ketiga, tranmisi social dari satu generasi kegenerasi lain.

Model Shannon dan Weaver
Model Shannon dan Weaver menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat kecermatannya.

Model Schramm
Membuat serangkaian model komunikasi manusia yang sederhana , lalu model yang lebih rumit yang memperhitungkan pengalaman dua individu yang berkomunikasi.

Model Newcomb
Memandang komunikasi dari perspektif psikologi social, modelnya mengingatkan kita akan diagram jaringan kelompok yang dibuat oleh para psikolog social.

Model westley dan Maclean
Keduanya komunikasi teoretikus komunikasi merumuskan suatu model yang mencakup komunikasi pribadi dan komunikasi massa.

Model gerbner
Perluasan dari model Lasswell, model ini terdiri dari model verbal dan model diagramatik.

Model berlo
Model ini dikenal dengan model SMCR, kepanjangan dari Saurce (sumber) Massege (pesan), channel ( saluran) dan receiver (penerima)

Model deflour
Merupakan perluasan model dari yang dikemukakan para ahli lain.
Model Tubbs
Model ini menggambarkan komunikasi paling mendasar yaitu komunikasi dua orang.

Model Gudykunst dan Kim
Komunikasi antar budaya yakni komunikasi antara orang – orang yang berasal dari budaya berlainan. Atau komunikasi dengan orang asing.

Model interaksional
Model ini berlawanan dengan model stimulus – respond ( S-R ) dan beberapa model linier lain.



















BAB 5
PERSEPSI : INTI KOMUNIKASI

Persepsi social
Persepsi social adalah proses menangkap arti objek –objek social dan kejadian – kejadian yang kita alami dalam lingkungan kita.
Persepsi berdasarkan pengalaman
Pola perilaku manusia berdasarkan persepsi mereka mengenai realitas yang telah dipelajari.

Persepsi bersifat selektif
Atesi kita pada suatu rangsangan merupakan factor utama yang mementukan selektifitas kita atas rangsangan tersebut.

presepsi dan budaya
Larry A. Samovar dan Richard E. Porter mengemukakan 6 unsur budaya yang secara langsung mempengaruhi persepsi kita berkomunikasi dengan orang dari budaya lain yakni :
Kepercayaan, nilai, dan sikap
Pandangan dunia
Organisasi social
Tabiat manusia
Orientasi kegiatan
Persepsi tentang diri dan orang lain

Kekeliruan dan kegagalan persepsi
Beberapa bentuk kekeliruan dan kegagalan dalam perpepsi lain sebagai berikut.
Kesalahan atribusi
Efek Halo
Stereotip
Prasangka
Gegar budaya
BAB 6
KOMUNIKASI VERBAL

BAHASA Verbal adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran perasaan dan maksud kita.
Hingga kini belum ada suatu temuan Asal usul bahasari pun yang diterima luas mengenai bagaimana bahasa itu muncul di permukaan bumi.

Fungsi bahasa dalam kehidupan manusia
Kemampuan berbahasa manusia yang membedakan dari hewan lain yang lebih rendah, merupakan akibat dari pembesaran dan perkembangan otak manusia.
Fungsi bahasa yang mendasar adalah menamai atau menjuluki orang, objek dan peristiwa.

Keterbatasan bahasa
Komunikasi verbal yang porsinya hanya 35% dari keseluruhan komunikasi kita. Keterbatasan tersebut dapat diurikan sebagai berikut.
Keterbatasan jumlah kata yang tersedia untuk mewakili objek
Kata – kata bersifat ambigu dan konstektual
Kata – kata mengandung bias budaya
Percampuradukan fakta, penafsiran, dan penilaian

Nama sebagai symbol
Nama adalah symbol utama dan pertama bagi seseorang.

Bahasa gaul
Orang yang mempunyai latar belakang social budaya, lazimnya berbeda bicara dengan cara yang berbeda.

Bahasa kaum selebritis
Kalangan selebritis kita pun memiliki bahasa gaul.

Bahasa gay dan bahasa Waria
Bahasa gay dan bahasa waria ternyata hamper mirip dengan bahasa para kaum selebritis.

Bahasa wanita vs bahasa pria
Tampaknya bahasa pria dan wanita berbeda hal ini disebabkan karena sosialisasi mereka yang berbeda, khususnya minat mereka yang berlainan terhadap aspek kehidupan. Wanita mengenal lebih banyak warna seperti chartreuse,ecru, mageta, mauve, puce, teal dan sebagainya. Wanita lebih banyak menggunakan pertanyaan daripada pria dan mereka menggunkan sebagai strategi pemeliharaan percakapan

Ragam bahasa inggris
Bahasa inggris yang dinggap bahasa universal pun ternyata dalam ejakannya tidak konsisten, pilihan kata dan juga maknanya. Bahasa inggris yang digunakan oleh orang inggris dengan orang amerika pun ternyata mempunyai arti yang berbeda, seperti kata knock up yang artinya mengunjungi tetapi di amerika artinya menghamili.
Pengalihan bahasa
Komunikasi dalam bahasa yang menimbulkan salah pengertian, apalagi kita tidak menguasai lawan bicara bahasa kita.untuk melakukan bahasa efektif kita harus menguasai bahasa mitra komunikasi kita , dalam hal inilah kita perlu menggunakan bahasa inggris untuk menjadi seorang komunikator yang efektif. Perbedaan bahasa dapat menimbulkan kesulitan lebih jauh dari pada kekeliruhan penerjemahan.
Komunikasi konteks tinggi vs komunikasi konteks rendah
Setiap orang punya gaya khas tentang berbicara, bukan cara berbicaara tetapi topiknya juga. Edward T. Hall 1973 membedakan budaya konteks tinggi dan konteks rendah, yang mempunyai beberapa perbedaan.
Budaya konteks rendah di tandai dengan komunikasi konteks rendah : pesan verbal, dan eksplisit, gaya bicara langsung, lugas, dan terus terang.
Budaya konteks tinggi ditandai dengan komunikasi konteks tinggi, kebanyakan pesan bersifat implicit, tidak langsung, dan tidak terus terang.
BAB VII
KOMUNIKASI NONVERBAL

Secara sederhana pesan nonverbal adalah semua isyarat yang bukan kata-kata. Menurut Larry A. Sammovar dan Richard E. Porter komunikasi nonverbal mencakup semua rangsangan kecuali rangsangan verbal dalam suatu setting komunikasi yang dihasilkan oleh individu yang mempunyai nilai pesan potensial bagi pengirim atau penerima.

Bahasa tubuh
Bidang yang menelaah bahasa tubuh adalah kinesika suatu istilah yang diciptakan seorang perintis tubuh dapat studi bahasa non verbal. Setiap anggota tubuh seperti wajah, tangan, kaki dan bahkan seluruh tubuh dapat digunakan sebagai bahasa isarat.
Beberapa bahasa isyarat menggunakan bahasa tubuh

Isyarat tangan
Gerakan kepala
Postur tubuh dan posisi kaki
Ekpresi wajah dan tatapan mata

Sentuhan
Studi tentang sentuh menyentuh disebut haptika. Sentuhan seperti foto adalah perilaku nonverbal yang multi makna dapat menggantikan 1000 makna.

Prabahasa
Prabahasa atau vokalika merujuk pada aspek – aspek suara selain ucapan yang dapat dipahami, misalnya kecepatan berbicara, nada tinggi atau rendah, intensitas (volume) suara, intonasi, kualitas vocal, warna, suara, dialek, suara serak, dan lain sebagainya.


Penampilan fisik
Perhatian pada penampilan fisik bersifat universal, setiap orang punya persepsi mengenai penampilan fisik seseorang, baik itu busananya, dan juga warna ornament lainnya yang dipakaiseperti kacamata. Sering kali orang memberikan warna tertentu pada seseorang tersebut.

Karakteristik fisik
Karakterristik fisik dapat memunculkan pandangan orang yang berbeda terhadap orang lain. Karakter fisik juga sering digunakan seseorang untuk mengukur kedewasaan orang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar